H A K – H A K P A S I E N

Hak menurut Fagin dikutip oleh Ismani, (2001), merupakan tuntutan terhadap sesuatu, dimana seseorang mempunyai hak terhadapnya, seperti kekuasaan dan hak-hak istimewa yang berupa tuntutan yang berdasarkan keadilan, moralitas atau legalitas. Hak-hak pasien yang sekarang ini sering dibicarakan menurut Purnomo dikutip oleh Robert, (1995) tumbuh dari mata rantai pasal 25 The United Nations Universal Declaration of Human Rights 1948 : pasal I The United Nations International Convention Civil and Political Rights 196 yaitu hak untuk memperoleh pemeliharaan kesehatan (The Right to Self Determination) kemudian dari Deklarasi Helsinki, oleh The 18th World Medical Assembly, Finland 1964 muncul hak untuk memperoleh informasi (The Right to Information).

Direktorat Pelayanan Keperawatan Dirjen.Yan.Medik Dep. Kes. RI 2001 memberikan ketentuan tentang hak-hak pasien yaitu :
a. Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di rumah sakit.
b. Pelayanan yang manusiawi, adil dan jujur.
c. Memperoleh pelayanan keperawatan dan asuhan yang bermutu sesuai dengan standar profesi keperawatan tanpa diskriminasi.
d. Memilih dokter dan kelas keperawatan sesuai dengan keinginannya dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di rumah sakit.
e. Meminta konsulatsi ke dokter lain yang terdaftar di rumah sakit tersebut (second opinion), terhadap penyakit yang dideritanya sepengetahuan dokter yang menangani.
f. Privacy dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya.
g. Mendapatkan informasi yang meliputi : penyakit yang dideritanya, tindakan medik yang akan dilakukannya, kemungkinan penyulit sebagai akibat dari tindakan tersebut dan tindakan untuk mengatasinya, alternatif terapi lainnya beserta resikonya, prognosa penyakitnya dan prakiraan biaya pengobatan/rincian biaya atas penyakit yang dideritanya.
h. Menyetujui/memberikan tindakan atas tindakan yang akan dilakukan oleh perawat sehubungan dengan penyakit yang dideritanya.
i. Menolak tindakan yang akan dilakukan terhadap dirinya dan mengakhiri pengobatan serta perawatan atas tanggung jawab sendiri sesudah memperoleh informasi yang jelas tentang penyakitnya.
j. Hak didampingi keluraganya dalam keadaan kritis.
k. Hak menjalankan ibadah sesuai agama/kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya.
l. Hak atas keamanan dan keselamatan dirinya selama perawatan di rumah sakit.
m. Mengajukan usul, saran, perbaikan atas perlakuan rumah sakit terhadap dirinya.
n. Hak untuk menerima atau menolak bimbingan moril dan spirituil.
o. Hak didampingi perawat/keluarga pada saat diperiksa dokter.

Baca lebih Lanjut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s