REAKSI SIMPANG ATAU EFEK SAMPING TERAPI EPO

1. Hipertensi :
a. Tekanan darah harus dipantau ketat terutama selama terapi EPO fase koreksi.
b. Pasien mungkin membutuhkan terapi antihipertensi atau peningkatan dosis obat antihipertensi.
c. Peningkatan tekanan darah pada pasien dengan terapi EPO tidak berhubungan dengan kadar Hb.
2. Kejang :
a. Terutama terjadi pada masa terapi EPO fase koreksi.
b. Berhubungan dengan kenaikan Hb/Ht yang cepat dan tekanan darah yang tidak terkontrol.

Catatan :
 Dosis antikoagulan : Belum ada bukti kuat perlunya peningkatan dosis antikoagulan pada terapi EPO.
 Trombosis akses vaskuler : Belum ada bukti kuat bahwa terapi EPO meningkatkan risiko trombosis akses vaskuler, selama Hb berada dalam batas optimal.
 Hiperkalemia : Belum ada bukti EPO menyebabkan hiperkalemia.

Sumber :
PERNEFRI. Konsensus : Manajemen Anemia Pada Pasien Gagal ginjal Kronik. Jakarta. 2001

 

Baca juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s