Managemen Prilaku : Seksual (NIC)

Definisi
Gambaran dan pencegahan terhadap prilaku seksual yang tidak dapat diterima
masyarakat.
Aktivitas :
• Mengidentifikasi prilaku seksual yang tak dapat diterima, diberikan terutam pada sekelompok populasi pasien.
• Menetapkan harapan yang jelas (dasar dari fungsi kognitif dan kemampuan untuk control diri) yang berhubungan dengan prilaku seksual atau prilaku verbal yang mungkin berhubungan dengan orang lain atau objek dalam lingkungan.
• Mendiskusikan dengan pasien konsekuensi dari prilaku seksual dan verbal yang tidak dapat diterima masyarakat.
• Mendiskusikan pengaruh negative yang kuat terhadap prilaku seksual yang tak dapat diterima masyarakat yang mungkin dimiliki orang lain.
• Hindari penempatan kawan sekamar dengan mengkomunikasikan kesulitan, riwayat aktivitas seksual yang tidak pantas atau serangan yang memuncak (ex : anak-anak remaja).
• Tempatkan pasien pada ruangan khusus jika dinilai mempunyai resiko tinggi terhadap prilaku seksual yang tidak dapat diterima oleh masyarakat.
• Batasi mobilitas fisik pasien ( ex : area restriksi), seperti untuk mengurangi kesempatan terhadap prilaku seksual yang tak dapat diterima masyarakat.
• Komunikasikan resiko terhadap pemberi pelayanan lain.
• Berikan tingkat yang tepat terhadap supervisi/pengawasan pada monitor pasien.
• Gunakan ketenangan, pendekatan yang tidak berbelit-belit ketika merespon ucapan atau prilaku yang tak dapat diterima masyarakat.
• Mengalihkan dari prilaku seksual /verbal yang tak dapat diterima oleh masyarakat.
• Mendiskusikan dengan pasien mengapa prilaku seksual/verbal tak dapat diterima.
• Berikan konsekuensi yang ditetapkan sebelumnya terhadap prilaku seksual yang tidak diingini/tidak menyenangkan.
• Ajarkan/dukung keterampilan social yang tepat.
• Berikan pendidikan seks, sesuai tingkat perkembangan.
• Diskusikan dengan pasien cara-cara yang dapat diterima untuk memenuhi kebutuhan seksual individu secara pribadi.
• Dorong ekspresi yang tepat terhadap perasaan tentang situasi yang berlaku atau krisi trauma.
• Kehilangan semangat permulaan terhadap seksual atau hubungan intim ketika dibawah tekanan hebat.
• Berikan konseling, sebagai yang dibutuhkan untuk pasien yang telah menyalahgunakan seksual.
• Bantu keluarga untuk mengerti terhadap manajemen prilaku seksual yang tak dapat diterima.
• Berikan kesempatan pada staf untuk memproses perasan mereka tentang pasien prilaku yang tak dapat diterima oleh masyarakat.
Sumber Bacaan :

Cipkala-Gaffin, J.A, & Cipkala-Gaffin, G.L, (1989). Developmental disabilities and
Nursing interventions. In L.M. Birckhead (Ed.), Psychiatric Mental Health
Nursing. The Therapeutic Use of Self (pp. 349-379). Philadelphia : J.B.
Lippincottt.
Hartley, R., & Robinson, C. (1987). Mental retardation. In J. Norris, M. Kunes-Connell,
S. Stockard, P.M. Ehrhart, & G.R. Newton (Eds.), Mental Health
Psychiatric Nursing. A Continuum of Care (pp. 495-525). New York : John Wiley
& Sons.
Stockard, S., & Cullen, S. (1987). Personality Disorders. In J. Noris, M. Kunes-Connell,
S. Stockard, P.M., Ehrhart, & G.R. Newton (Eds.), Mental Health Psychiatric
Nursing. A Continuum of Care (pp. 571-603). New York : John Wiley & Sons.
Thompson, J.M., McFarland, G.K., Hirsch, J.E., Tucker, S.M., & Bowers, A.C. (1989).
Mosby’s manual of clinical nursing (2nd ed.). St. Louis : Mosby.
Towsend, M.C. (1988). Nursing diagnosis in psychiatric nursing : A pocket guide for
care plan construction. Philadelphia : F.A. Davis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s