SISTEM INFORMASI PUSKESMAS

Purwokerto, 4 Januari 2016

 

No : I/VKS-SOFT/11-19/16

Hal : Penawaran SIMPUS

 

Kepada Yth:

………………………………

Di …………………………..

Dengan Hormat,

 Kami dari CV VIKOSHA PERDANA perusahan IT yang khusus bergerak di pembuatan Aplikasi Software Berbasis Web, menawarakan diri untuk bekerja sama dengan Puskesmas Jatilawang dalam hal pembuatan Aplikasi Puskesmas atau yang biasa dikenal dengan SIMPUS ( Sistem Informasi Manajemen Puskesmas).

 Demikianlah penawaran ini kami buat, untuk lampiran harga modul dan lain –lain terlampir pada halaman berikutnya, atas kebijaksanaanya kami mengucapkan banyak terima kasih.

 Hormat Kami

 

CV VIKOSHA PERDANA

 

 

BAGUS FATHI

DIREKTUR

 

Tentang Produk

Puskesmas mengemban tugas untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan lebih baik dan lebih profesional.

Puskesmas sebagai salah satu institusi yang bergerak dalam bidang kesehatan dituntut untuk selalu meningkatkan kinerja dan mutu kerjanya. Hal ini termasuk peningkatan sarana penunjang, salah satunya yaitu komputerisasi: mencakup peningkatan sumberdaya manusia, penyempurnaan system pembantu kerja dan kegiatan operasional sehari-hari baik yang berkaitan dengan pelayanan pasien maupun operasional intern di Puskesmas.

Dalam rangka menghasilkan kinerja dan mutu kerja yang lebih baik ini, maka Puskesmas tidak bisa lepas untuk selalu melalukan pengembangan dan penyempurnaan system khususnya pengembangan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS).

Dalam menjawab kebutuhan SIMPUS tersebut, SIMPUS yang kami tawarkan merupakan aplikasi software berbasis web based komputerisasi client server, dimana aplikasi ini fully integrated antara satu modul dengan modul lainnya yang bertujuan untuk mengelola kompleksitas proses-proses yang berlangsung di suatu Puskesmas baik secara internal maupun eksternal. Sehingga manajemen Puskesmas akan memiliki system yang dapat meningkatkan pelayanannya secara nyata.

Implementasi

Dalam pembangunan Sistem Informasi, akan menerapkan metodologi internal yang umum dipakai, Metodologi ini membagi implementasi dalam 4 fase, yaitu :

  1. Identification
  2. Prototype dan design
  3. Implementasi
  4. Test dan run

Metodologi ini memetapkan system Hirarical Approcah dan untuk di beberapa fase pekerjaan dapat dilakukan secara bersamaan (overlapping). Dengan menggunakan tahapan ini dan metodologi ini maka :

  1. Menjamin kesuksesan dari implementasi pengembangan system informasi di Puskesmas dengan memberikan tenaga professional dan berpengalaman.
  2. Menjamin konfigurasi system dan aplikasi yang optimal.
  3. Menjamin pengembangan teknologi dengan melakukan join development.
  4. Melakukan pelatihan yang diperlukan untuk user dan administrator.
  5. Menjamin pengembangan di masa mendatang.

Pengguna Sistem

Berikut ini adalah daftar pengguna sistem:

  1. Tingkatan Manajemen

Pada tingkatan manajer, aplikasi ini bisa menampilkan informasi yang berupa data-data rekapitulasi dan dapat dijadikan bahan analisa untuk rencana pengembangan dan perbaikan pelayanan kesehatan di lingkungan Puskesmas.

  1. Tingkatan Administrator

Pada tingkatan administrator terdapat fungsi-fungsi untuk memelihara data, pencatatan dan pengarsipan data-data yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan di lingkungan Puskesmas.

  1. Tingkatan Operator

Pada tingkatan operator hanya diberikan wewenang untuk memasukan data- data

Bagaimanakah peningkatan kemampuan menyimak dan menceritakan kembali melalui metode audio visual di Kelompok Bermain

Pentingnya-Pendidikan-Anak-Usia-Dini.jpg

Latar Belakang

Kebijakan pembangunan pendidikan nasional menekankan pada penguatan layanan pendidikan yang relevan, berkualitas dan berdaya saing dalam rangka mempersiapkan insan Indonesia yang cerdas komprehensif. Program pendidikan anak usia dini, pendidikan nonformal dan informal pada tahun 2012 diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas, terbuka, merata dan bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat untuk belajar dan memberdayakan diri melalui layanan pendidikan anak usia dini, layanan pendidikan masyarakat, layanan kursus, kelompok-kelompok bermain dan pelatihan yang didukung dengan penyediaan dan peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Keberhasilan penyelenggaraan program PAUD sangat terkait dengan partisipasi pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota serta partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan di sektor pendidikan, dan masyarakat secara keseluruhan. Sinergi antara pemerintah baik pusat maupun daerah dengan seluruh pemangku kepentingan seperti satuan-satuan pendidikan, organisasi pendidik dan tenaga kependidikan, organisasi penyelenggara pendidikan, lembaga swadaya masyarakat, kelompok bermain, organisasi sosial dan keagamaan, hingga lembaga-lembaga keilmuan dan perguruan tinggi, sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan program yang telah disusun karena merupakan garda terdepan dalam pelaksanaan program di lapangan (Kemendikbud, 2012).

Lebih Lanjut

Outbound

DSC_0382.JPG

Outbond adalah salah satu kegiatan yang dilakukan diluar gedung dan lebih dekat dekat alam bebas atau dunia luar. Outbond dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan dalam setiap kegiatan dalam outbond memiliki fungsi dan pembelajaran yang dapat diambil filosofi dan nilai-nilai yang bisa diterapkan dalam sebuah organisasi/perusahaan ataupun instansi pememrintahan.

Manfaat yang didapatkan dengan kegiatan Outbond :

  1. Memberikan kebebasan dalam alam bebas
  2. Meningkatkan tali persaudaraan dan persahabatan
  3. Meningkatkan kesadaran kerjasama antar peserta
  4. Meningkatkan soliditas organisasi dan instansi
  5. Menanamkan nilai-nilai positif dalam organisasi

Baca lebih lanjut

GAMBARAN UMUM PENYAKIT KUSTA

Definisi
Istilah kusta berasal dari bahasa sansekerta, yakni kushtha berarti kumpulan gejala-gejala kulit secara umum. Penyakit kusta disebut juga Morbus Hansen, sesuai dengan nama yang menemukan kuman yaitu Dr. Gerhard Armauwer Hansen padatahun 1874 sehingga penyakit ini disebut Morbus Hansen.

Kusta.jpg

Sejarah
Pendapat kusta adalah penyakit menular yang menahun dan disebabkan oleh kuman kusta (Mycobacterium Leprae) yang menyerang saraf tepi, kulit dan jaringan tubuh lainnya. Penyakit ini sering kali menimbulkan masalah yang sangat kompleks. Masalah yang dimaksud bukan hanya dari segi medis tetapi meluas sampai masalah sosial, ekonomi, budaya, keamanan dan ketahanan nasional. Penyakit kusta bukan penyakit keturunan atau kutukan Tuhan.

Penyebaran Penyakit Kusta
Penyakit ini diduga berasal dari Afrika atau Asia Tengah yang kemudian menyebar keseluruh dunia lewat perpindahan penduduk ini disebabkan karena perang, penjajahan, perdagangan antar benua dan pulau-pulau. Berdasarkan pemeriksaan kerangka-kerangka manusia di Skandinavia diketahui bahwa penderita kusta ini dirawat di Leprosaria secara isolasi ketat. Penyakit ini masuk ke Indonesia diperkirakan pada abad ke IV-V yang diduga dibawa oleh orang-orang India yang datang ke Indonesia untuk menyebarkan agamanya dan berdagang.

Penyebab Penyakit Kusta
Penyakit kusta disebabkan oleh kuman yang dinamakan sebagai microbakterium Leprae, dimana microbacterium ini adalah kuman aerob, tidak membentuk spora, berbentuk batang yang tidak mudah diwarnai namun jika diwarnai akan tahan terhadap dekolorisasi oleh asam atau alkohol sehingga oleh karena itu dinamakan sebagai basil “tahan asam”. Selain banyak membentuk safrifit, terdapat juga golongan organism patogen (misalnya Microbacterium tubercolose, mycrobakterium leprae) yang menyebabkan penyakit menahun dengan menimbulkan lesi jenis granuloma infeksion.

Baca Lebih Lanjut

ASUHAN KEPERAWATAN CRONIC KIDNEY DESEASE ( CKD )

ASUHAN KEPERAWATAN

CRONIC KIDNEY DESEASE ( CKD )

 kidney2a.gif

PENDAHULUAN

Penyakit ginjal kronis termasuk kondisi yang merusak ginjal dan menurunkan kemampuan ginjal untuk menjaga tetap sehat dengan melakukan pekerjaan yang tercantum. Jika penyakit ginjal memburuk, limbah dapat meingkat tinggi dalam darah dan membuat merasa sakit. Pasien dapat mengembangkan komplikasi seperti tekanan darah tinggi, anemia (jumlah darah rendah), tulang lemah, kesehatan gizi buruk dan kerusakan saraf. Penyakit ginjal meningkatkan risiko memiliki penyakit jantung dan pembuluh darah. Masalah-masalah ini mungkin terjadi perlahan-lahan selama jangka waktu yang panjang. Penyakit ginjal kronis dapat disebabkan oleh diabetes, tekanan darah tinggi dan gangguan lainnya. Deteksi dan pengobatan dini dapat menjaga penyakit ginjal kronis semakin buruk. Ketika penyakit ginjal berlangsung, mungkin akhirnya menyebabkan gagal ginjal, yang memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal untuk mempertahankan hidup.

Hampir 26 juta orang dewasa Amerika memiliki CKD dan jutaan orang lain akan meningkatkan risiko. Deteksi dini dapat membantu mencegah perkembangan penyakit ginjal gagal ginjal. Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian bagi semua orang dengan CKD. Laju filtrasi glomerulus (GFR) adalah estimasi terbaik dari fungsi ginjal. Hipertensi menyebabkan CKD dan CKD menyebabkan hipertensi. Proteinuria persisten (protein dalam urin) berarti CKD hadir. Kelompok risiko tinggi termasuk mereka dengan diabetes, hipertensi dan riwayat keluarga gagal ginjal. Afrika Amerika, Hispanik, Kepulauan Pasifik, Indian Amerika dan Usia berada pada peningkatan risiko. Dua tes sederhana dapat mendeteksi CKD: tekanan darah, albumin urin dan kreatinin serum.

 PENGERTIAN

Semua individu dengan GFR <60 mL / menit / 1,73 m2 untuk 3 bulan diklasifikasikan sebagai memiliki penyakit ginjal kronis, terlepas dari ada atau tidaknya kerusakan ginjal ( KDOQI, 2015 ).

Baca Lebih Lanjut