Kongres Nasional Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia

MATERI

  1. Pengembangan Kompetensi Perawat Komunitas, KONAS IPPKI 2019 di Semarang
  2. MATERI IPKKI
  3. BAHAN DIRJEN KONAS IPKKI_PISPK-PERKESMAS SEMARANG_300819_1
  4. KONGRES IPKKI SEMARANG
  5. IPKKI
  6. IPKKI PDF Pak Edi Wur
  7. Materi KONAS 3 Semarang
  8. MATERI PEMBEKALAN. IFA.IPKKI JATIM

PEDOMAN PENYUSUNAN DOKUMEN AKREDITASI

PEDOMAN PENYUSUNAN DOKUMEN AKREDITASI

Salah satu unsur penting dan sangat vital yang menentukan keberhasilan akreditasi FKTPadalahbagaimanamengatur sistem pedokumentasian dokumen.
Pengaturan sistem dokumentasi dalam satu dalam proses implementasi akreditasi FKTP dianggap penting karena dokumen merupakan acuan kerja, bukti pelaksanaan dan penerapan kebijakan, program dan kegiatan, serta bagian dari salah satu persyaratan Akreditasi FKTP. Dengan adanya sistem dokumentasi yang baik dalam suatu institusi/organisasi diharapkan fungsi-fungsi setiap personil maupun bagian-bagian dari organisasi dapat berjalan sesuai dengan perencanaan bersama dalam upaya mewujudkan kinerja yang optimal.

Pedoman Penyusunan Dokumen Akreditasi

 

Dokumen yang dimaksud dalam Akreditasi FKTP secara garis besar dibagi atas dua bagian yaitu dokumen internal dan eksternal. Dokumen tersebut digunakan untuk membangun dan membakukan sistem manajemen mutu dan sistem manajemen pelayanan. Dokumen internal tersebut adalah Kebijakan, Pedoman, Standar operasional prosedur (SOP) dan dokumen lain disusun berdasarkan peraturan perundangan dan pedoman-pedoman eksternal yang berlaku.
Agar para pemangku kepentingan Akreditasi FKTP memiliki acuan dan memudahkan dalam melakukan dokumentasi perlu disusun Pedoman Penyusunan Dokumen Akreditasi FKTP.

 

SELENGKAPNYA DOWNLOAD DISINI :

1. PEDOMAN_PENYUSUNAN_DOKUMEN_AKREDITASI

Permenkes 74 Tahun 2014

PEDOMAN PELAKSANAAN KONSELING DAN TES HIV

permenkes 74.2

Pedoman Pelaksanaan Konseling dan Tes HIV wajib menjadi acuan bagi tenaga kesehatan, pengelola program, kelompok profesi yang menjadi konselor HIV, pengelola/pengurus tempat kerja, dan pemangku kepentingan terkait lainnya dalam penyelenggaraan Konseling dan Tes HIV.

Konseling dan Tes HIV dilakukan dalam rangka penegakan diagnosis HIV dan AIDS, untuk mencegah sedini mungkin terjadinya penularan atau peningkatan kejadian infeksi HIV dan pengobatan lebih dini.
Baca lebih lanjut