Gangguan Mineral dan Tulang pada Penyakit Ginjal Kronik ( GMT-PGK).

24 01 2012

1. Definisi Penyakit Ginjal Kronik
Penyakit ginjal kronik ialah setiap kerusakan ginjal (kidney damage) atau penurunan Laju filtrasi glomerulus ( LFG/GFR/Glomerular Filtration Rate) kurang dari 60 ml/menit/1,73 m2 untuk jangka waktu ≥ 3 bulan. Kerusakan ginjal adalah setiap kelainan patologis, atau petanda kerusakan ginjal, termasuk kelainan dalam darah, urin atau studi pencitraan.

Tabel 1. Stadium Penyakit Ginjal Kronik


Baca entri selengkapnya »





2011 in review

13 01 2012

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 38.000 times in 2011. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 14 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.





STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN ANEMIA

29 10 2011

STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN
PASIEN ANEMIA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Pengertian
Anemia adalah pengurangan jumlah sel darah merah, kuantitas hemoglobin dan volume pada sel darah merah ( hematokrit per 100 ml darah ).
Anemia dapat diklasifikasikan menurut :
1. Morfologi sel darah merah dan indeks – indeksnya
2. Etiologi

Klasifikasi anemia menurut morfologi mikro dan makro menunjukkan ukuran sel darah merah sedangkan kromik menunjukkan warnanya. Ada tiga klasifikasi besar yaitu :

1. Anemia normositik normokrom adalah ukuran dan bentuk sel – sel darah merah normal serta mengandung hemoglobin dalam jumlah yang normal ( MCV dan MCHC normal atau rendah )

2. Anemia makrositik normokrom adalah ukuran sel – sel darah merah lebih besar dari normal tetapi konsentrasi hemoglobin normal ( MCV meningkat, MCHC normal )

3. Anemia mikrositik hipokrom ukuran sel – sel darah kecil mengandung hemoglobin dalam jumlah yang kurang dari normal ( MCV maupun MCHC kurang ).

Yang termasuk dalam kategori anemia mikrositik hipokrom adalah anemia defisiensi bisa terjadi akibat kekurangan besi, pirodoksin atau tembaga.
Anemia defisiensi besi adalah keadaan di mana kandungan besi tubuh total turun di bvawah tingkat normal yang terjadi akibat tidak adanya besi yang memadai untuk mensintesis hemoglobin.

Baca entri selengkapnya »





REKOMENDASI PERAWATAN MESIN KONTAK INFEKSIUS

18 02 2011

A. MESIN HD
1. Setiap kali prosedur dialysis selesai, dilakukan dekontaminasi pada mesin dialysis, baik pada bagian permukaan luar ( eksternal ) maupun pada bagian dalam mesin ( internal ) dengan menggunakan desinfektan kimia sesuai panduan dari masing-masing pabriknya.
2. Desinfektan bagian dalam mesin ( internal )
a. Bagian dalam mesin HD harus didesinfeksi setiap kali prosedur dialysis selesai (prosedur rutin mrliputi draining, disinfection, rinsing), sesuai dengan protocol yang dianjurkan oleh pabrikan. Baca entri selengkapnya »





H A K – H A K P A S I E N

7 02 2011

Hak menurut Fagin dikutip oleh Ismani, (2001), merupakan tuntutan terhadap sesuatu, dimana seseorang mempunyai hak terhadapnya, seperti kekuasaan dan hak-hak istimewa yang berupa tuntutan yang berdasarkan keadilan, moralitas atau legalitas. Hak-hak pasien yang sekarang ini sering dibicarakan menurut Purnomo dikutip oleh Robert, (1995) tumbuh dari mata rantai pasal 25 The United Nations Universal Declaration of Human Rights 1948 : pasal I The United Nations International Convention Civil and Political Rights 196 yaitu hak untuk memperoleh pemeliharaan kesehatan (The Right to Self Determination) kemudian dari Deklarasi Helsinki, oleh The 18th World Medical Assembly, Finland 1964 muncul hak untuk memperoleh informasi (The Right to Information). Baca entri selengkapnya »





KLASIFIKASI RUMAH SAKIT

7 02 2011

Klasifikasi Rumah Sakit
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 134/Men.Kes/SK/ IV/78 tahun 1978 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum pasal 4 menjelaskan bahwa Rumah Sakit Umum dibagi menjadi tiga kelas yaitu :
a. Kelas A yang melaksanakan pelayanan kesehatan yang spesialistis dan sub spesialistis luas.
b. Kelas B yang melaksanakan pelayanan keshatan spesialistis luas.
c. Kelas C yang melaksanakan pelayanan kesehatan sedikitnya empat cabang spesialistis yaitu penyakit dalam, kebidanan dan kandungan, penyakit bedah dan kesehatan anak. Baca entri selengkapnya »





TRANFUSI DARAH PADA PASIEN HEMODIALISIS

4 02 2011

Tranfusi darah dapat diberikan pada keadaan khusus
1. Indikasi
a. Perdarahan akut dengan gejala gangguan hemodianamik
b. Tidak memeungkinkan menggunakan EPO dan Hb < 7 g/dL
c. Hb < 8 g/dL dengan gangguan hemodianamik
d. Pasien dengan defisiensi besi yang akan deprogram terapi EPO ataupun yang telah mendapat EPO tetapi respon belum adekuat, sementara preparat besi IV / IM belum tersedia, dapat diberikan tranfusi darah dengan hati – hati.
Baca entri selengkapnya »





REAKSI SIMPANG ATAU EFEK SAMPING TERAPI EPO

4 02 2011

1. Hipertensi :
a. Tekanan darah harus dipantau ketat terutama selama terapi EPO fase koreksi.
b. Pasien mungkin membutuhkan terapi antihipertensi atau peningkatan dosis obat antihipertensi.
c. Peningkatan tekanan darah pada pasien dengan terapi EPO tidak berhubungan dengan kadar Hb. Baca entri selengkapnya »





RESPON EPO TIDAK ADEKUAT

4 02 2011

1. Batasan
Respon terhadap EPO tidak adekuat bila pasien gagal mencapai kenaikan Hb/Ht yang dikehendaki setelah pemberian EPO selama 4 – 8 minggu.
Baca entri selengkapnya »





TERAPI EPO

4 02 2011

Syarat : Status besi cukup

1. Terapi EPO Fase Koreksi :
Tujuan :
Untuk mengoreksi anemia renal sampai target Hb / Ht tercapai
a. Pada umumnya mulai dengan 2000 – 4000 UI subcutan, 2 – 3 X seminggu selama 4 minggu.
b. Target respon yang diharapkan : Hb naik 1 – 2 g/dL dalam 4 minggu atau Ht naik 2 – 4 % dalam 2 – 4 minggu.
c. Pantau Hb, Ht tiap 4 minggu
d. Bila target respon tercapai : pertahankan dosis EPO sampai target Hb tercapai ( > 10 g/dL ).
e. Bila target respon belum tercapai naikkan dosis 50 %.
f. Bila Hb naik > 2,5 g/dL atau Ht naik > 8 % dalam 4 minggu turunkan dosis 25 %.
g. Pemantauan status besi :
Selama terapi EPO pantau status besi, berikan suplemen sesuai dengan pantauan terapi besi. Baca entri selengkapnya »








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.