PERBANDINGAN EFEKTIVITAS DIALISIS DENGAN PENGGUNAAN DIALIZER HEMOPHAN DAN POLISULFONE PADA TINDAKAN SUSTAINED LOW- EFFICIENCY DIALYSIS (SLED).

1 02 2010

Eric Rahman Januar, Alimudin, Sodikin

Unit Hemodialisa Santosa Bandung International Hospital Bandung

Abstrak

Latar belakang. Gagal ginjal pada pasien kritis sering terjadi dan memerlukan terapi pengganti ginjal (TPG). Terapi ginjal pengganti yang dipilih adalah CRRT dan Intermiten HD (IHD), salah satu terapi IHD yang paling populer saat ini adalah SLED, SLED menggabungkan teknik IHD yang mempunyai efisiensi dialisis yang tinggi, filtrasi yang akurat, harga lebih murah dengan teknik CRRT dimana proses dialisis lambat dan kontinous sehingga pasien menjadi lebih stabil.

Metode penelitian. Penelitian ini bersifat deskriptif, sampel diambil dari data rekam medis tindakan SLED di Santosa Bandung International Hospital, parameter efektivitas dialisis yang digunakan adalh Kt/V (rumus Daurgidas) dan URR ( Urea Reduction Rate ). Waktu penelitian dimulai dari bulan Januari – Juli 2008 di Santosa Bandung International Hospital.

Baca entri selengkapnya »





HUBUNGAN SUBJECTIVE GLOBAL ASSESSMENT (SGA) DENGAN PARAMETER STATUS NUTRISI LAIN PADA PASIEN DENGAN DIALISIS REGULER DI RSUP. Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG

1 02 2010

Lina Nurjanah,AMK, Rohaeti, AMK, Aisyah, AMK.

Instalasi Hemodialisa RS. Hasan Sadikin Bandung

ABSTRAK

Salah satu masalah yang sering timbul pada pasien dengan hemodialisis regular adalah tingginya insidensi gizi kurang. Sehingga penilaian status gizi pada penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis regular merupakan hal yang penting karena merupakan prediktor yang kuat untuk menentukan kualitas hidup selanjutnya.

Beberapa metode pemeriksaan yang telah direkomendasikan dan teruji untuk menilai dan mengevaluasi status nutrisi pasien dengan penyakit ginjal kronik antara lain SGA, albumin serum dan indeks masa tubuh (BMI). Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana hubungan antara SGA (Subjektif Global Assesment) dengan parameter status nutrisi lain pada pasien yang menjalani hemodialisis regular di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.

Baca entri selengkapnya »





HIPERTENSI PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK SAAT INISIASI TERAPI HEMODIALISA DI RENAL UNIT RS. ADVENT BANDUNG

1 02 2010

Melati W, Benyamin T. Salawaney

Bagian Perawatan Hemodialisa Ruang Renal Unit

Rumah Sakit Advent Bandung

Abstrak

Latar belakang : Pada penderita gagal ginjal kronik, hampir selalu disertai dengan hipertensi, sebab hipertensi dan penyakit ginjal kronik merupakan dua hal yang selalu berhubungan erat. Selain itu juga penyakit ginjal telah lama di kenal sebagai penyebab hipertensi sekunder. Hipertensi terjadi pada lebih kurang 80% penderita gagal ginjal terminal. Hipertensi pada penderita gagal ginjal kronik dapat terjadi sebagai efek dari penyakit pembuluh darah yang telah ada sebelumnya atau akibat dari penyakit ginjal itu sendiri. Adanya beberapa penyakit penyerta yang terjadi pada penderita gagal ginjal kronik seperti diabetes dan hipertensi dapat mempercepat buruknya fungsi ginjal penderita.¹

Baca entri selengkapnya »





THE ROLE OF DIALYSIS NURSE ON NUTRITIONAL THERAPY OF DIALYSIS PATIENT

1 02 2010

Niken Dharmawati Cahyaningsih,S.Kep.Ns

Diet plays as a vital role in dialysis patients’ rehabilitative care. A well-balanced diet is necessary for them to stay fit as their kidneys are no longer functioning at its full capacity. To strive towards well being dialysis patients, they would need to consume the right kind and amount of food on a daily basis, take their medication correctly as prescribed by the doctor, comply with the haemodialysis treatment, for instance, not “miss” any dialysis session.

Dialysis patients require a much higher intake of protein than the common person. To achieve good dialysis outcome, dialysis patients need to strictly control their diet so as to help control the waste products and fluids accumulated between dialysis treatments. It is essential for dialysis patients to have the right amount intake of protein, calories, fluids, vitamins and minerals each day. A good diet for a dialysis patient is adequate in protein, adequate in calories, low in potassium, low in sodium, and low in phosphorus, controlled in fluids.

Baca entri selengkapnya »





NUTRISI PADA PENDERITA DIALISIS

1 02 2010

Nunuk Mardiana

Divisi Ginjal-Hipertensi

Departemen-SMF Ilmu Penyakit Dalam

Fakultas Kedokteran UNAIR-RSU Dr Soetomo Surabaya

PENDAHULUAN

Penatalaksanaan nutrisi pada penderita Penyakit Ginjal Kronis (PGK) yang belum memerlukan dialisis merupakan bagian dari pengelolaan konservatif penderita PGK. Tujuan penatalaksanaan nutrisi pada penderita pra-dialisis adalah mencegah timbunan nitrogen, mempertahankan status gizi yang optimal untuk mencegah terjadinya malnutrisi, menghambat progresifitas kemunduran faal ginjal serta mengurangi gejala uremi dan gangguan metabolisme.Status nutrisi merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan pada saat penderita membutuhkan inisiasi dialisis karena merupakan prediktor untuk hasil akhir yang bisa dicapai dan adanya malnutrisi protein-energi merupakan faktor risiko mortalitas. Tergantung pada petanda nutrisi yang digunakan dan populasi yang diteliti,diperkirakan 50%-70% penderita dialisis menunjukkan tanda dan gejala malnutrisi. Dibutuhkan kerjasama antara dokter, perawat dan ahli gizi dalam edukasi perubahan pola diit antara masa sebelum dan sesudah menjalani dialisis, penatalaksanaan kebutuhan nutrisi serta mengatasi faktor-faktor yang ikut berperan dalam terjadinya malnutrisi.

Baca entri selengkapnya »





PERAN PERAWAT DALAM PENATALAKSANAAN GANGGUAN MESIN

1 02 2010

  1. PENDAHULUAN

Hemodialisis merupakan salah satu alternatif terapi ginjal pengganti pada pasien gagal ginjal kronik. Hemodialisis dilakukan dengan menggunakan mesin hemodialisis. Untuk mencapai hemodialisis yang baik ditunjang dari beberapa faktor , salah satunya adalah mesin hemodialisis yang selalu dalam keadan baik.

Perkembangan mesin hemodialisis yang sangat pesat dewasa ini yang di sertai aplikasi teknologi yang tinggi dan faktor keamanan dan kenyamanan yang memadai bagi pasien, membutuhkan sumber daya manusia yang handal (dalam hal ini perawat sebagai operator) dalam menjalankan dan perawatan mesin.

Kemampuan dan keterampilan perawat dalam menjalankan berbagai merek mesin hemodialisis menjadi faktor utama tercapainya proses dialisis yang adekuat.

Baca entri selengkapnya »





ANEMIA APLASTIK

1 02 2010

Definisi

Anemia aplastik merupakan suatu pansitopenia pada hiposelularitas sum-sum tulang. Anemia aplastik didapat (Acquired qplastic anemia) berbeda dengan iatrogenic marrow aplasia, hiposelularitas sum-sum setelah chemotherapy sitotoksik intensif. Anemia aplastik dapat pula diturunkan : anemia Fancani genetic dan dyskeratosis congenital, dan sering berkaitan dengan anomaly fisik khas dan perkembangan pansitopenia terjadi pada umur yang lebih muda, dapat pula berupa kegagalan sum-sum pada orang dewasa yang terlihat normal. Anemia aplastik didapat seringkali bermanifestasi yang khas, dengan onset hitung darah yang rendah secara mendadak pada dewasa muda yang terlihat normal; hepatitis seronegatif atau pemberian obat yang salah dapat pula mendahului onset ini. Diagnosis pada keadaan seperti ini tidak sulit. Biasanya penurunan hitung darah moderat atau tidak lengkap, akan menyebabkan anemia, leucopenia, dan thrombositopenia atau dalam beberapa kombinasi tertentu.

Baca entri selengkapnya »





Hemodialisis Akses

1 02 2010

I. Vaskular Akses

  1. Akses Vascular Pada Terapi Ginjal Pengganti

    1. Pengertian Vascular Akses

Vasvular access adalah istilah yang berasal dari bahasa inggris yang berarti jalan untuk memudahkan mengeluarkan darah dari pembuluhnya untuk keperluan tertentu, dalam kasus gagal ginjal terminal adalah untuk proses hemodilisis.

    1. Alasan Pemasangan Vaskular Akses

Pemasangan Vaskular diharapkan dapat memudahkan dokter dan perawat untuk melakukan akses atau penusukan sehingga lebih mudah dan mengurangi resiko dari penusukan yang dilakukan pada tempat lain seperti area femoral.

Baca entri selengkapnya »





GAGAL GINJAL AKUT

1 02 2010

Gagal ginjal akut (GGA) merupakan suatu sindrom yang ditandai oleh adanya penurunan drastic pada glomerular filtration rate (jam sampai hari), retensi limbah metabolisme nitrogen, dan gangguan volume ekstraseluler dan homeostasis asam-basa. Persentasi GGA di rawat inap yaitu 5% dan 30% pada ICU. Oliguria (output urin < style=”"> dibagi atas 3 kategori.

(1). Penyakit yang menyebabkan hipoperfusi pada ginjal tanpa kerusakan integritas dari parenkim ginjal (GGA prerenal, prerenal azotemia) (~55%);

(2) Penyakit yang secara langsung melibatkan parenkim renal (GGA renal, renal azotemia) (~40%); dan

(3) Penyakit yang berhubungan dengan sumbatan pada saluran kemih (GGA postrenal, postrenal azotemia) (~5%).

Baca entri selengkapnya »





Pelayanan Hemodialisis

1 02 2010

Bila Anda diberitahu Anda telah gagal ginjal dan perlu pengobatan untuk tetap hidup, hal itu dapat menjadi sulit dalam hidup Anda. Jika diagnosis ginjal baru, Anda mungkin merasa kewalahan, bingung dan marah. Tetapi ada beberapa hal penting yang dapat Anda lakukan untuk membantu diri Anda sendiri. Pelajari semua Anda dapat tentang pilihan perawatan yang berbeda dan mengambil peran aktif dalam pengambilan keputusan mengenai perawatan Anda.
Bagaimana hemodialisis bekerja

Baca entri selengkapnya »